Satu-satunya Tempat Bergantung adalah Allah
Berdasarkan
realita kehidupan, hidup itu indah tapi tidak selalu indah seiring perjalanan
waktu. Ada pahit, manis, asam/kecut, asinnya kehidupan semua pasti bercampur
aduk dan mungkin saja sudah meneteskan ribuan atau jutaan tetes air mata. Bukan
mungkin lagi tapi itu pasti. Sebagai seorang manusia biasa, sudah seharusnya
menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Saat
kita gantungkan segala sesuatu pada-Nya, Insya Allah semua akan terasa lebih
ringan. Namun demikian, dalam setiap hal apapun yang kita alami, kita sadari semua
sudah terancang baik-baik menurut rancangan indah Sang Perancang, yaitu Allah. Terkadang Allah
memberikan kemudahan yang begitu mudah, pertolongan dari arah manapun, bahkan bisa dibilang bukan sebuah ungkapan terkadang lagi, namun terlalu sering, yang tanpa disadari Allah selalu ada dalam setiap proses kehidupan kita. Menyalurkan pertolongan dari tangan siapa saja tanpa kita sangka-sangka sebelumnya. Misalkan saja, saat kita meminta bantuan pada orang lain, ada saja kemudahan dan macam-macam wujud pertolongan itu yang datang di kehidupan kita.
Meminta bantuan pada orang lain adalah hal wajar, namun jangan sampai kita gantungkan segala sesuatunya pada makhluk ciptaan-Nya, karena akan ada saat dimana kita akan kecewa atas sikap orang lain yang mengacuhkan kita. Ini adalah salah satu ujian dan kita akan disadarkan bahwa satu-satunya tempat bergantung adalah Allah.
Pada
kenyataannya, semua manusia di dunia ini memiliki masalah masing-masing, jadi tidak bisa kita
seenaknya bergantung sepenuhnya pada orang lain karena kebaikan yang diberikannya. Ini salah satu wujud pertolongan Allah melalui tangan orang lain.
Namanya manusia, mereka juga punya rasa lelah, punya perasaan dan pikiran
seperti terbebani dan sebagainya. Jangan karena kita dibantu lalu seenaknya
minta bantuan terus menerus. Disinilah pelajarannya, saat orang lain dengan
sangat baiknya menolong kita dan kita mengalami ketergantungan dengannya, disaat itu
pulalah Allah akan memberi sesuatu berupa ujian diluar kepala. Contohnya saja, perlahan-lahan orang yang sering kita mintai bantuan bakalan merasa bosan
dan yang paling menyebalkan ketika mereka ninggalin kita serta mencari-cari alasan ketika dimintai pertolongan, inilah saat dimana kita harus instrospeksi diri karena mereka memiliki keterbatasan.
Disinilah
kita diajarkan untuk sabar dan merenungkan kembali apa yang selama ini kita lakukan. Manusia itu punya rasa lelah, lelah untuk
menghadapi sifat manjanya kita. Mulai ada perubahan kecil yang aneh, yang kita
mikirnya tidak tahu kenapa, memangnya ada yang salah dengan yang kita lakukan, ada apa dengan diri kita sampai dia pun mulai berubah.
Disini timbullah rasa jengkel, marah, kesal entah dengan orang tersebut atau malah pada diri sendiri. Dibalik hal tersebut kita mencoba mengambil pelajaran, seperti saja kita harus mandiri,
semakhluk sosial-sosialnya kita, yang namanya manusia ya janganlah jadikan
tempat kita untuk bergantung. Boleh saja meminta pertolongan tapi jangan berlebihan, karena dari bergantung
itulah kita malah jadi manja.
Jadi, mulailah berhenti untuk manja, jangan bergantung atau
terlalu berharap kepada manusia karena ujung-ujungnya bisa menimbulkan rasa sakit hati, berusahalah menghadapi kondisi yang sulit dengan memohon pertolongan kepada-Nya. tekankan pada diri sendiri untuk memulai mandiri, menghindari meminta tolong jika dirasa kita mampu untuk melakukannya sendiri. Memintalah pertolongan hanya ketika kondisi mengharuskan. Mandiri mungkin lebih baik. Intinya berharap kepada manusia hanya bisa menimbulkan sakit hati di kemudian hari, tapi
berharaplah seutuhnya kepada Allah, Insya Allah hati akan benar-benar merasakan ketentraman.
Stop
merengek meminta bantuan orang lain, justru kitalah yang harus jadi tempatnya menerima perhohonan tolong orang lain, membuka amal selebar-lebarnya, dengan memberikan banyak bantuan kepada yang lainnya, dengan cara seperti ini kita bisa menolong
sesama yang membutuhkan.
Mulailah mendorong diri
kita untuk banyak membantu orang lain dengan kesabaran dan keikhlasan. Allah
itu bijaksana dalam mengatur urusan hidup makhluk-Nya, semua mempunyai porsinya masing-masing.
Kita senang, sedih, dikhianati, dibohongi, gelisah, bahagia, semua yang mengatur
adalah Allah. Yang menjadikan, menginginkan dan menghendaki semua itu terjadi, ya hanyalah
Allah. Jadi kita harus sabar dengan segala ujian-Nya.
Mulai
perbaiki diri untuk lebih mandiri, jangan banyak berharap kepada sesama manusia,
mulailah membantu lebih, dan berhentilah berlaku manja.
Ingat!
Tempat bergantung kita hanyalah pada Allah. Saat kita dilebihkan dalam suatu urusan
kebaikan, perbanyaklah bersyukur. Namun jika dilebihkan dalam hal keburukan, sudah seharusnya
kita bersabar. Hidup itu dibuat mudah saja, dan sebagai pegangan hidup satu-satunya hanyalah pada
Allah.
Dijelaskan dalam
firman Allah, Al-Quran surah Al Ikhlas ayat 2, Allah berfirman, “Allah adalah
Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”. Perbanyak bergantung hanya
sama Allah. Ikhlaskan dan berlapang dadalah dengan apa saja ujian yang datang dalam hidup.
Keep
spirit! Allah selalu bersama orang-orang yang baik, tulus dan sabar.
Keep
goodness.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar