Terima Kasih Keluarga
Yah, aku ini anak yang sensitif ya
perasaannya, kalau orang baik banget sama aku bawaannya pingin nangis mulu
karena terlalu baik mereka buat aku sementara aku gak tau bisa dengan cara apa
membalas jasa mereka gitulo. Kadang teman-teman yang terlalu baik banget gitu
sama aku, waktu gak ketemu atau baru ajalah mungkin misah itu kangen banget
sama mereka. Pokoknya hatiku ini bawaannya pingin nangis mulu, susah bendung
air mata kalau sama orang-orang yang baik sama aku.
Yang paling utama itu ya keluargaku,
hmm ibuku. Gak pernah tahu bisa balas ibu dengan apa aku ini. Ibu itu the best
dah, selalu support anaknya. Mampu meluluhkan hati bapakku yang keras, meskipun
aku ya kayak gini tapi ibuku mampu menomersekiankan keegoisannya untuk
anak-anaknya. Terima kasih banyak ibuku, bahkan dengan diberikannya dunia ini
beserta isinya itu pun tak akan bisa balas kasih sayangnya tersebut. Aku gak
mau pek terus-terusan ngrepotin ibuku. Kalau aku mikir dengan banyaknya
kelemahan yang aku punya, sanggupkah aku memberikan sesuatu yang indah untuk
ibuku. Hanya itu, aku bisa ngasih apa gitu dengan kemampuanku yang seadanya dan
kelemahan yang banyak ini. Kadang karena kelemahanku ini, aku mikir bisa apa
nanti buat bahagiain orang tua. Gak ada yang bisa dibanggain. Tapi aku pingin
bangkit pek, nglawan kelemahanku ini. Gak mau aku menyerah dengan kelemahanku
terus menerus, sementara bapak ibu gak pernah nyerah buat hidup anak-anaknya.
Meskipun terkadang aku bilang A, kenyataannya gak
sesuai, ibu aku tetap membiarkannya dan membela aku untuk membantu aku, gak
bakal tega seorang ibu menelantarkan anaknya apalagi kalau gak bisa makan.
(ngerti gak sebenarnya apa yang terjadi?hmm). di sisi lain ibuku juga ngasih
nasihat kepadaku, dari nasihat iku berharap melekat erat di kepalaku bahwa
iniloh ibumu yang gak pernah nyerah buat kamu, meskipun aku mengecewakan,
meskipun orang lain tega denganku, ibuku selalu ada dibelakangku mendorongku.
Terima kasih bapakku, ini juga berkat ibuku untuk
meluluhkan hati beliau. Sehingga bapakku mau mengikhlaskan. Maaf bapak, yang
aku berbicara A kemudia tindakan belum sesuai dengan yang aku katakan dan belum
bisa melaksanakan apa yang aku katakan itu dengan baik dan benar. Bapak ibuku
satu kesatuan yang tak akan pernah terpisah dalam hidupku, mereka berjasa dan
berjuang keras demi anak-anaknya. Maafkan anakmu ini yang masih tidak nurut dan
masih suka mengambil keputusan dengan kehendak hati sendiri. Bukan maksud untuk
membangkang, tapi inilah kenyataan hatiku. Aku ingin membuat bahagia kalian
dengan caraku, dengan jalan yang aku ambil. Hanya itu. Aku ingin, aku sendiri
yang melakukannya merasa nyaman dengan keputusan yang aku ambil dan dengan
keputusanku itu kelak, aku bisa memberi kebahagiaan yang terpancar dari senyum
indah kalian bapak ibuku. Tidak ada yang lain, hanya ingin melihat kalian
bahagia, itu sajadan dengan caraku.
Maafkan aku bapak ibuku tercinta, mas adik adikku
tersayang, mbah-mbahku dan keluargaku. Aku ingin membahagiakan kalian. Doakan
saja aku disini lancar, aku hanya butuh doa dan support kalian. Aku tidak ingin
kalah dengan kelemahanku dan egois dengan mementingkan diri sendiri. Aku harus
semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar