Minggu, 11 Oktober 2015

Masih tentang Keluarga


Terima Kasih Keluarga

            Yah, aku ini anak yang sensitif ya perasaannya, kalau orang baik banget sama aku bawaannya pingin nangis mulu karena terlalu baik mereka buat aku sementara aku gak tau bisa dengan cara apa membalas jasa mereka gitulo. Kadang teman-teman yang terlalu baik banget gitu sama aku, waktu gak ketemu atau baru ajalah mungkin misah itu kangen banget sama mereka. Pokoknya hatiku ini bawaannya pingin nangis mulu, susah bendung air mata kalau sama orang-orang yang baik sama aku.
            Yang paling utama itu ya keluargaku, hmm ibuku. Gak pernah tahu bisa balas ibu dengan apa aku ini. Ibu itu the best dah, selalu support anaknya. Mampu meluluhkan hati bapakku yang keras, meskipun aku ya kayak gini tapi ibuku mampu menomersekiankan keegoisannya untuk anak-anaknya. Terima kasih banyak ibuku, bahkan dengan diberikannya dunia ini beserta isinya itu pun tak akan bisa balas kasih sayangnya tersebut. Aku gak mau pek terus-terusan ngrepotin ibuku. Kalau aku mikir dengan banyaknya kelemahan yang aku punya, sanggupkah aku memberikan sesuatu yang indah untuk ibuku. Hanya itu, aku bisa ngasih apa gitu dengan kemampuanku yang seadanya dan kelemahan yang banyak ini. Kadang karena kelemahanku ini, aku mikir bisa apa nanti buat bahagiain orang tua. Gak ada yang bisa dibanggain. Tapi aku pingin bangkit pek, nglawan kelemahanku ini. Gak mau aku menyerah dengan kelemahanku terus menerus, sementara bapak ibu gak pernah nyerah buat hidup anak-anaknya.
Meskipun terkadang aku bilang A, kenyataannya gak sesuai, ibu aku tetap membiarkannya dan membela aku untuk membantu aku, gak bakal tega seorang ibu menelantarkan anaknya apalagi kalau gak bisa makan. (ngerti gak sebenarnya apa yang terjadi?hmm). di sisi lain ibuku juga ngasih nasihat kepadaku, dari nasihat iku berharap melekat erat di kepalaku bahwa iniloh ibumu yang gak pernah nyerah buat kamu, meskipun aku mengecewakan, meskipun orang lain tega denganku, ibuku selalu ada dibelakangku mendorongku.
Terima kasih bapakku, ini juga berkat ibuku untuk meluluhkan hati beliau. Sehingga bapakku mau mengikhlaskan. Maaf bapak, yang aku berbicara A kemudia tindakan belum sesuai dengan yang aku katakan dan belum bisa melaksanakan apa yang aku katakan itu dengan baik dan benar. Bapak ibuku satu kesatuan yang tak akan pernah terpisah dalam hidupku, mereka berjasa dan berjuang keras demi anak-anaknya. Maafkan anakmu ini yang masih tidak nurut dan masih suka mengambil keputusan dengan kehendak hati sendiri. Bukan maksud untuk membangkang, tapi inilah kenyataan hatiku. Aku ingin membuat bahagia kalian dengan caraku, dengan jalan yang aku ambil. Hanya itu. Aku ingin, aku sendiri yang melakukannya merasa nyaman dengan keputusan yang aku ambil dan dengan keputusanku itu kelak, aku bisa memberi kebahagiaan yang terpancar dari senyum indah kalian bapak ibuku. Tidak ada yang lain, hanya ingin melihat kalian bahagia, itu sajadan dengan caraku.
Maafkan aku bapak ibuku tercinta, mas adik adikku tersayang, mbah-mbahku dan keluargaku. Aku ingin membahagiakan kalian. Doakan saja aku disini lancar, aku hanya butuh doa dan support kalian. Aku tidak ingin kalah dengan kelemahanku dan egois dengan mementingkan diri sendiri. Aku harus semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar