Kebanyakan orang sering mengeluhkan
ingin bisa kuliah tapi banyak kendala yang menghambat mimpi-mimpi mereka
seperti halnya takut tidak ada biaya, tidak bisa bayar untuk selanjutnya, takut
dimarahin orang tua, pengen tapi waktunya terlalu lama dan lain-lain. Pemikiran-pemikiran
yang demikian itu yang akhirnya menghambat mereka yang punya mimpi untuk
melangkahkan kaki ke jenjang perguruan tinggi memutuskan untuk mengurungkan
niatnya. Segala hal di dalam hidup memang perlu proses yang namanya berpikir
dan memutuskan. Tapi jangan terlena malah banyakin mikirnya tapi tidak segera mengambil
keputusan. Sehingga seiring berjalannya waktu terbayang-bayang terus apa saja
hambatan-hambatan yang akan datang, keputusannya pun akhirnya tidak jadi kuliah.
Berdasarkan pengalaman saya dari
awal lulus SMA, sudah nampak jelas di wajah bapak saya kalau saya tidak
dibolehkan untuk kuliah. Tapi dari situ saya masih usaha untuk mencoba ikut tes
masuk PT meskipun gagal-gagal dan kemudian keputusan yang paling benar adalah memang
bekerja saja. Tapi mimpi untuk saya kuliah masih ada di benak saya, di hati
kecil saya. Perjuangan saya untuk meminta bapak saya mengasihani saya terlalu
berat. Mengapa? Karena selalu ada tangis tersedu-sedu saat saya meminta untuk bisa
kuliah. Setiap mengawali berbicara tentang kuliah air mata ini tak pernah bisa
dibendung, mengalir begitu deras. Hehe. Bapak saya tidak mengijinkan karena
saya hanyalah seorang perempuan, jadi untuk apa kuliah. Disinilah letak
hambatan saya. Proses panjang pokoknya sampai saya bisa kuliah. Panjang ceritanya.
Meskipun demikian, saya tak apa dan mungkin hati ini
sudah terlalu sabar menghadapi hal yang seperti ini. Saya ambil santai saja,
tapi mimpi itu masih terbayang-bayang di benak. Tak pernah hilang. Saya tidak
mengapa bekerja tapi dari situlah bapak saya sangat senang sekali. Apalagi saat
saya beri kabar tentang gaji yang saya peroleh. Hemm, senangnya beliau. Dalam proses
bekerja, saya pun masih sering menangis tersedu-sedu karena ada aja konflik. Konflik
batin maksudnya, ya ingin kuliah itu lagi. Ada aja pokoknya.
Tapi jangan mudah menyerah, kita harus selalu
semangat mengejar mimpi. Meskipun saya kuliah telat. Tak seberuntung
teman-teman yang lulus SMA langsung kuliah. Yah tak apalah, inilah proses. Proses
hidup orang itu beragam. Allah itu selalu memberikan yang terbaik di waktu yang
tepat kok. Mungkin menurut kita itu buruk tapi kalau Allah bilang baik. Apalah daya
kita yang hanya makhluk kecil-Nya.
Kalau kita memang niat ingin kuliah, segera
putuskan. Jangan terlalu banyak mikir karena mikir saja tanpa tindakan sama
saja bohong. Terlalu lama mikir juga gak baik karena ujung-ujungnya pasti gak
jadi. Biarlah hambatan itu kita hadapi saat kita sudah menjalaninya. Terkadang apa
yang kita takutkan itu tidak sejalan dengan kenyataannya. Ketakutan akan hal
yang belum terjadi hanyalah terbentuk di pikiran kita sendiri. Seperti contohnya
saya (saya selama satu semester kepikiran terus bagaimana cara membayarnya
nanti), sebenarnya nanti ya nanti, kehidupan sekarang ya kita jalani sekarang. Terbukti
ketakutan itu hanya ada di pikiran kita, pada akhirnya saya yang terus
kepikiran kemarin-kemarin harus bayar dengan apa, di saat waktunya tiba
pembayaran dilakukan biaya pun sudah turun tak sebanyak di awal masuk kuliah. Kitalah
yang mendramatisir atau melebih-lebihkan suatu kondisi yang akhirnya kita
terbelenggu oleh ketakutan yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi dalam
hidup.
Kalau memang kita punya niatan untuk kuliah, pasti ada saja jalannya. Saya juga pernah dibilangin sama teman kuliah saya kemarin-kemarin, kalau rejeki orang yang mencari ilmu pasti ada aja kok. Saya kemarin-kemarin pernah bahkan kuliah dipinjami teman. Sampai kasihannya sama saya, uang yang saya pinjam mau saya kembalikan tapi dia tidak mau nerima. weleh weleh. Setiap kali saya mau ujian, saya harus minta surat sakti ke dekan. ya Allah, luar biasa. Oh iya, kuliah itu jangan nurutin gengsi. Satu hal, jangan remehkan perguruan tinggi yang mungkin belum apa-apa dibandingkan yang berdiri lebih baik lainnya darinya. Menuntut ilmu itu bisa dimana saja. Rejeki sudah diatur karena setiap hal yang ada di bumi ini itu mengarah ke kita. Jadi, rejeki juga gak bakal tertukar. Jangan pandang sebelah mata PT yang mungkin menurut kita gak ada apa-apanya. Ada alternatif bagi yang memang tidak punya biaya tapi ingin kuliah dan biayanya bisa dijangkau kantong kita. Meskipun tidak bisa kuliah di PT favorit, setidaknya kita punya usaha untuk mencari ilmu agar kelak bisa berguna. Ini dia, caranya bagiamana kita menghilangkan gengsi. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi seorang muslim. Menuntut ilmu tak pandang usia. Mau muda atau sudah tua tidak masalah. Mungkin pandangan awal kita bahwa kuliah di tempat yang belum dipandang bagus itu tidak enak, dipandang sebelah mata orang, kualitas tidak memenuhi dan banyak hal lainnya. Kamu tidak pernah tahu ada apa didalamnya. Tapi saat kamu tahu dan merasakannya, saat kamu memutuskan untuk masuk kedalamnya. Kamu akan menyadari bagaimana diri ini mencintai kampus kita, menghargai, menjunjung, tak peduli apa kata orang, yang terpenting niat awal kita untuk kuliah. betapa cintanya kita terhadap alamamater kita meskipun diluar sana orang banyak yang masih memandang sebelah mata. Yang terpenting kan kualitas diri kita.
Kalau memang kita punya niatan untuk kuliah, pasti ada saja jalannya. Saya juga pernah dibilangin sama teman kuliah saya kemarin-kemarin, kalau rejeki orang yang mencari ilmu pasti ada aja kok. Saya kemarin-kemarin pernah bahkan kuliah dipinjami teman. Sampai kasihannya sama saya, uang yang saya pinjam mau saya kembalikan tapi dia tidak mau nerima. weleh weleh. Setiap kali saya mau ujian, saya harus minta surat sakti ke dekan. ya Allah, luar biasa. Oh iya, kuliah itu jangan nurutin gengsi. Satu hal, jangan remehkan perguruan tinggi yang mungkin belum apa-apa dibandingkan yang berdiri lebih baik lainnya darinya. Menuntut ilmu itu bisa dimana saja. Rejeki sudah diatur karena setiap hal yang ada di bumi ini itu mengarah ke kita. Jadi, rejeki juga gak bakal tertukar. Jangan pandang sebelah mata PT yang mungkin menurut kita gak ada apa-apanya. Ada alternatif bagi yang memang tidak punya biaya tapi ingin kuliah dan biayanya bisa dijangkau kantong kita. Meskipun tidak bisa kuliah di PT favorit, setidaknya kita punya usaha untuk mencari ilmu agar kelak bisa berguna. Ini dia, caranya bagiamana kita menghilangkan gengsi. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi seorang muslim. Menuntut ilmu tak pandang usia. Mau muda atau sudah tua tidak masalah. Mungkin pandangan awal kita bahwa kuliah di tempat yang belum dipandang bagus itu tidak enak, dipandang sebelah mata orang, kualitas tidak memenuhi dan banyak hal lainnya. Kamu tidak pernah tahu ada apa didalamnya. Tapi saat kamu tahu dan merasakannya, saat kamu memutuskan untuk masuk kedalamnya. Kamu akan menyadari bagaimana diri ini mencintai kampus kita, menghargai, menjunjung, tak peduli apa kata orang, yang terpenting niat awal kita untuk kuliah. betapa cintanya kita terhadap alamamater kita meskipun diluar sana orang banyak yang masih memandang sebelah mata. Yang terpenting kan kualitas diri kita.
yasudah, ceritanya dilanjut nanti-nanti, banyak kejutan yang akan
terjadi. To be continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar