Senin, 15 Februari 2016

Ingin kuliah Tapi Banyak Kendala


            Kebanyakan orang sering mengeluhkan ingin bisa kuliah tapi banyak kendala yang menghambat mimpi-mimpi mereka seperti halnya takut tidak ada biaya, tidak bisa bayar untuk selanjutnya, takut dimarahin orang tua, pengen tapi waktunya terlalu lama dan lain-lain. Pemikiran-pemikiran yang demikian itu yang akhirnya menghambat mereka yang punya mimpi untuk melangkahkan kaki ke jenjang perguruan tinggi memutuskan untuk mengurungkan niatnya. Segala hal di dalam hidup memang perlu proses yang namanya berpikir dan memutuskan. Tapi jangan terlena malah banyakin mikirnya tapi tidak segera mengambil keputusan. Sehingga seiring berjalannya waktu terbayang-bayang terus apa saja hambatan-hambatan yang akan datang, keputusannya pun akhirnya tidak jadi kuliah.
            Berdasarkan pengalaman saya dari awal lulus SMA, sudah nampak jelas di wajah bapak saya kalau saya tidak dibolehkan untuk kuliah. Tapi dari situ saya masih usaha untuk mencoba ikut tes masuk PT meskipun gagal-gagal dan kemudian keputusan yang paling benar adalah memang bekerja saja. Tapi mimpi untuk saya kuliah masih ada di benak saya, di hati kecil saya. Perjuangan saya untuk meminta bapak saya mengasihani saya terlalu berat. Mengapa? Karena selalu ada tangis tersedu-sedu saat saya meminta untuk bisa kuliah. Setiap mengawali berbicara tentang kuliah air mata ini tak pernah bisa dibendung, mengalir begitu deras. Hehe. Bapak saya tidak mengijinkan karena saya hanyalah seorang perempuan, jadi untuk apa kuliah. Disinilah letak hambatan saya. Proses panjang pokoknya sampai saya bisa kuliah. Panjang ceritanya.
Meskipun demikian, saya tak apa dan mungkin hati ini sudah terlalu sabar menghadapi hal yang seperti ini. Saya ambil santai saja, tapi mimpi itu masih terbayang-bayang di benak. Tak pernah hilang. Saya tidak mengapa bekerja tapi dari situlah bapak saya sangat senang sekali. Apalagi saat saya beri kabar tentang gaji yang saya peroleh. Hemm, senangnya beliau. Dalam proses bekerja, saya pun masih sering menangis tersedu-sedu karena ada aja konflik. Konflik batin maksudnya, ya ingin kuliah itu lagi. Ada aja pokoknya.
Tapi jangan mudah menyerah, kita harus selalu semangat mengejar mimpi. Meskipun saya kuliah telat. Tak seberuntung teman-teman yang lulus SMA langsung kuliah. Yah tak apalah, inilah proses. Proses hidup orang itu beragam. Allah itu selalu memberikan yang terbaik di waktu yang tepat kok. Mungkin menurut kita itu buruk tapi kalau Allah bilang baik. Apalah daya kita yang hanya makhluk kecil-Nya.
Kalau kita memang niat ingin kuliah, segera putuskan. Jangan terlalu banyak mikir karena mikir saja tanpa tindakan sama saja bohong. Terlalu lama mikir juga gak baik karena ujung-ujungnya pasti gak jadi. Biarlah hambatan itu kita hadapi saat kita sudah menjalaninya. Terkadang apa yang kita takutkan itu tidak sejalan dengan kenyataannya. Ketakutan akan hal yang belum terjadi hanyalah terbentuk di pikiran kita sendiri. Seperti contohnya saya (saya selama satu semester kepikiran terus bagaimana cara membayarnya nanti), sebenarnya nanti ya nanti, kehidupan sekarang ya kita jalani sekarang. Terbukti ketakutan itu hanya ada di pikiran kita, pada akhirnya saya yang terus kepikiran kemarin-kemarin harus bayar dengan apa, di saat waktunya tiba pembayaran dilakukan biaya pun sudah turun tak sebanyak di awal masuk kuliah. Kitalah yang mendramatisir atau melebih-lebihkan suatu kondisi yang akhirnya kita terbelenggu oleh ketakutan yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi dalam hidup.
Kalau memang kita punya niatan untuk kuliah, pasti ada saja jalannya. Saya juga pernah dibilangin sama teman kuliah saya kemarin-kemarin, kalau rejeki orang yang mencari ilmu pasti ada aja kok. Saya kemarin-kemarin pernah bahkan kuliah dipinjami teman. Sampai kasihannya sama saya, uang yang saya pinjam mau saya kembalikan tapi dia tidak mau nerima. weleh weleh. Setiap kali saya mau ujian, saya harus minta surat sakti ke dekan. ya Allah, luar biasa. Oh iya, kuliah itu jangan nurutin gengsi. Satu hal, jangan remehkan perguruan tinggi yang mungkin belum apa-apa dibandingkan yang berdiri lebih baik lainnya darinya. Menuntut ilmu itu bisa dimana saja. Rejeki sudah diatur karena setiap hal yang ada di bumi ini itu mengarah ke kita. Jadi, rejeki juga gak bakal tertukar. Jangan pandang sebelah mata PT yang mungkin menurut kita gak ada apa-apanya. Ada alternatif bagi yang memang tidak punya biaya tapi ingin kuliah dan biayanya bisa dijangkau kantong kita. Meskipun tidak bisa kuliah di PT favorit, setidaknya kita punya usaha untuk mencari ilmu agar kelak bisa berguna. Ini dia, caranya bagiamana kita menghilangkan gengsi. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi seorang muslim. Menuntut ilmu tak pandang usia. Mau muda atau sudah tua tidak masalah. Mungkin pandangan awal kita bahwa kuliah di tempat yang belum dipandang bagus itu tidak enak, dipandang sebelah mata orang, kualitas tidak memenuhi dan banyak hal lainnya. Kamu tidak pernah tahu ada apa didalamnya. Tapi saat kamu tahu dan merasakannya, saat kamu memutuskan untuk masuk kedalamnya. Kamu akan menyadari bagaimana diri ini mencintai kampus kita, menghargai, menjunjung, tak peduli apa kata orang, yang terpenting niat awal kita untuk kuliah. betapa cintanya kita terhadap alamamater kita meskipun diluar sana orang banyak yang masih memandang sebelah mata. Yang terpenting kan kualitas diri kita.

yasudah, ceritanya dilanjut nanti-nanti, banyak kejutan yang akan terjadi. To be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar