Senin, 15 Februari 2016

Menemukan Sahabat

Mungkin untuk sebagian orang menemukan orang yang tepat itu sangat sulit. Termasuk saya sendiri yang mungkin tidak mudah mendapat kenyamanan dari seorang teman kecuali memang aku sudah kenal betul bagaimana karakter teman tersebut. Mungkin saya lebih menghindari dulu jika bertemu teman yang nyeleneh dan tidak memberikan kesan di hati saya. Sebenarnya semua orang itu baik kok kalau kita mau bersabar untuk bisa menerima sifat dan sikapnya teman dengan terbuka. Saya sering menemukan orang-orang yang menyebalkan. Butuh waktu memang untuk memahami dan mengenal betul karakternya. Seringnya, di awal-awal kenal memanglah saya sering mendapatkan teman-teman yang menyebalkan tapi pada akhirnya saya nyaman berada di sampingnya, mereka asik sebenarnya tapi kenapa saat kesan pertama mereka selalu membuat kesal sehingga mengharuskan saya untuk seleksi teman.
            Saat saya dulu masih sekolah, saya adalah tipe anak yang suka jahil dengan teman. Bahkan sering saya membuat teman menangis. Sehingga mereka yang menangis bertanya kepada saya, salah apa mereka kepada saya sampai tega-teganya berbuat seperti ini. Saya dulu mungkin memang sering membuat kesalahan dan menyakiti hati teman-teman saya. Menurut saya, menemukan ribuan teman mungkin sangatlah mudah. Tapi yang membuat kita nyaman dan bahagia itu susah. Lebih baik mempunyai beberapa orang teman yang memang membuat kita nyaman daripada punya ribuan teman tapi dalam kerumunan dan keramaian itu, hati kita malah merasa sepi. Saya masih ingat, dari MI,SMP,SMA pastilah ada teman yang selalu saya buat nangis. Kejahilan saya itulah yang memang tidak bisa di hilangkan. Kajahilan yang terus menerus saya lakukan itu pada akhirnya membuat teman saya yang suka nangis itu menjadi tegar. Mareka pun kuat bahkan tidak mempan lagi saya jahili karena mereka suka berani untuk memutuskan melawan daripada tertindas. Disaat itulah saya sudah tidak lagi menjahili mereka karena merekalah yang justru membuat saya sakit hati karena mereka sudah kebal dengan apa yang saya lakukan.
            Di balik kejahilan saya itu, saya berusaha menemukan teman yang benar-benar namanya teman. Terbukti memang, mereka yang dulu saya jahili sekarang menjadi sahabat saya. Saya nyaman berada di dekat mereka. Sahabat itu yang berani menerima kekurangan kita, memaafkan kesalahan kita dan dengan hati terbuka mau menerima kita apa adanya. Di dekat sahabat itu membuat saya sangat nyaman dan bahagia. Mereka orang-orang hebat yang mau menerima apa adanya saya. Segala kekurangan yang kita punya menjadi bumbu dalam persahabatan kita. Saya orangnya sederhana jadi lebih nyaman dengan orang-orang yang memang sederhana. Ingin rasanya saya bisa membalas jasa sahabat-sahabat saya. Tapi saat ini saya belum punya apa-apa. Apa yang bisa saya lakukan untuk mereka bahagia. Sekarang saja waktu dan jarak seolah memisahkan kami. Saya ingin selalu berada di dekat mereka tapi itu tidaklah mungkin terjadi. Kita sudah tumbuh dewasa, punya kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Jangan mengira orang yang kita anggap menyebalkan akan selalu menjadi menyebalkan. Suatu saat nanti kita tidak pernah tahu apa yang terjadi. Entah mereka malah menjadi sahabat seperti ini, atau di saat susah orang-orang menyebalkan itu datang mengulurkan tangannya untuk membantu kita atau lain sebagainya. Banyak rahasia dalam hidup yang kita tidak pernah tahu.

            Saya sangat berharap bisa memberikan kebahagiaan untuk sahabat-sahabat saya. Salah satu tujuan perjuangan dalam hidup saya adalah membalas segala jasa sahabat-sahabat saya serta teman-teman yang sudah mau berjuang untuk proses panjang hidup saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar